Ketahui Gejala Awal Penyebab Kanker Payudara Sedini Mungkin dengan Langkah Ini!
Recognize the Early Symptoms and Causes of Breast Cancer
Nov 18 2025
11 menit baca

Ketahui Gejala Awal Penyebab Kanker Payudara Sedini Mungkin dengan Langkah Ini!

Apa gejala awal penyebab kanker payudara? Sayangnya, tidak banyak orang tahu apa penyebab kanker payudara, terutama gejala awal. Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker yang paling umum terjadi pada wanita di seluruh dunia. Penyakit ini berkembang ketika sel-sel abnormal di jaringan payudara mulai tumbuh secara tidak terkendali.

Meski lebih sering menyerang wanita, kanker payudara juga dapat terjadi pada pria, meskipun kasusnya lebih jarang. Faktor penyebabnya sendiri belum banyak diketahui banyak orang, dan orang-orang sering kali tidak yakin apa saja gejala awal kanker payudara. Yuk! Kenali gejala awal penyebab kanker payudara dengan simak penjelasan berikut.

Faktor Risiko Penyebab Kanker Payudara

Penyebab kanker payudara tidak bisa dikaitkan dengan satu faktor saja. Kombinasi antara faktor genetik, lingkungan, dan gaya hidup memiliki peran penting dalam perkembangan penyakit ini.

  1. Faktor Genetik dan Riwayat Keluarga

    Salah satu faktor utama penyebab kanker payudara adalah riwayat keluarga. Jika seseorang memiliki ibu, saudara perempuan, atau nenek yang pernah menderita kanker payudara, risikonya meningkat. Mutasi genetik yang paling sering dikaitkan dengan kanker payudara adalah BRCA1 dan BRCA2. Mutasi ini dapat diturunkan dan meningkatkan kemungkinan seseorang mengembangkan kanker payudara seumur hidupnya.

  2. Usia dan Jenis Kelamin

    Wanita memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker payudara dibandingkan pria. Selain itu, semakin bertambahnya usia, risiko terkena kanker payudara juga meningkat. Sebagian besar kasus kanker payudara terjadi pada wanita yang berusia di atas 50 tahun.

  3. Perubahan Hormon

    Perubahan hormon juga dapat berkontribusi terhadap risiko kanker payudara. Hormon estrogen dan progesteron memainkan peran penting dalam perkembangan sel payudara. Paparan hormon dalam jangka panjang inilah yang dapat meningkatkan risiko kanker payudara. Faktor-faktor yang berkontribusi meliputi:

    • Menstruasi dini (sebelum usia 12 tahun)
    • Menopause terlambat (setelah usia 55 tahun)
    • Kehamilan pertama setelah usia 30 tahun atau tidak pernah hamil
    • Terapi hormon pasca menopause
  4. Gaya Hidup yang Tidak Sehat

    Beberapa gejala awal penyebab kanker payudara juga bisa dari gaya hidup yang tidak sehat. Beberapa kebiasaan buruk yang bisa meningkatkan risiko kanker payudara sebagai berikut. 

    1. Pola Makan Tidak Sehat

      Diet tinggi lemak jenuh, rendah serat, serta konsumsi daging olahan dalam jumlah besar dapat berkontribusi terhadap peningkatan risiko kanker payudara. Sebaliknya, makanan kaya antioksidan, serat, dan omega-3 dapat membantu melindungi tubuh dari kanker.

    2. Kurangnya Aktivitas Fisik

      Orang yang jarang berolahraga memiliki risiko lebih tinggi mengalami obesitas. Sementara obesitas merupakan salah satu faktor risiko kanker payudara. Maka, dengan melakukan aktivitas fisik membantu mengatur kadar hormon dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.

    3. Konsumsi Alkohol

      Penelitian menunjukkan bahwa wanita yang mengonsumsi alkohol secara berlebihan memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker payudara. Begitu pula dengan kebiasaan merokok, yang dapat menyebabkan perubahan genetik dalam sel payudara.

    4. Merokok

      Banyak penelitian menunjukkan bahwa ada risiko yang sedikit meningkat untuk kanker payudara pada perokok.

  5. Paparan Radiasi

    Paparan radiasi dalam dosis tinggi, terutama pada area dada, dapat meningkatkan risiko kanker payudara. Misalnya, seseorang yang pernah menjalani terapi radiasi untuk pengobatan kanker lain memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker payudara di kemudian hari.

  6. Kondisi Medis Tertentu

    Gejala awal penyebab kanker payudara juga dikarenakan kondisi medis tertentu. Beberapa kondisi medis juga dapat meningkatkan risiko kanker payudara seperti penyakit payudara jinak seperti hiperplasia atipikal. Selain itu diabetes dan obesitas juga bisa meningkatkan risiko kanker payudara. 

Gejala Awal Kanker Payudara

Deteksi dini kanker payudara sangat penting untuk meningkatkan peluang kesembuhan. Dilansir dari halaman Cancer Council, ada beberapa gejala kanker payudara yang biasa muncul. Berikut adalah beberapa gejala awal yang perlu diwaspadai:

  1. Benjolan di Payudara atau Ketiak

    Salah satu tanda paling umum dari kanker payudara adalah munculnya benjolan yang tidak normal di payudara atau ketiak. Benjolan ini biasanya keras, tidak nyeri, dan tidak bergerak saat ditekan. Namun, tidak semua benjolan menandakan kanker. Beberapa bisa berupa kista atau kondisi jinak lainnya.

  2. Perubahan Ukuran atau Bentuk Payudara

    Gejala awal penyebab kanker payudara dampaknya bisa dilihat dari perubahan payudara. Jika salah satu payudara mengalami perubahan ukuran atau bentuk tanpa sebab yang jelas, hal ini bisa menjadi tanda awal kanker payudara. Perubahan ini biasanya dikarenakan pembengkakan berasal dari tumor itu sendiri. Kemudian, tumor ganas akan cepat menyebar di daerah payudara. Alhasil, payudara terlihat asimetris dan bengkak tidak biasa.

  3. Perubahan pada Kulit Payudara

    Kanker payudara awalnya juga ditandai dengan kulit di sekitar payudara mengalami perubahan. Kulit ini bisa seperti menjadi lebih kasar, berkerut, atau menyerupai kulit jeruk (dikenal sebagai "peau d'orange"). Gejala ini terjadi karena penyumbatan pembuluh limfatik akibat pertumbuhan sel kanker.

  4. Nyeri atau Ketidaknyamanan di Payudara

    Saat payudara terasa nyeri, terutama sering kali maka patut diwaspadai. Walaupun kanker payudara umumnya tidak menimbulkan nyeri pada tahap awal, namun beberapa kasus nyeri terasa sebagai gejala awal. Biasanya nyeri ini akan terasa di satu titik atau bagian payudara tertentu.

  5. Perubahan pada Puting

    Gejala awal penyebab kanker payudara selanjutnya bisa memengaruhi perubahan warna pada puting. Perubahan warna ini tentunya disebabkan oleh berbagai faktor. Perubahan yang terjadi pada puting biasanya berupa berikut:

    • Puting yang tertarik ke dalam (retraksi puting)
    • Keluar cairan yang tidak biasa dari puting, terutama jika berdarah atau berwarna cokelat
    • Kulit puting yang bersisik atau mengelupas
  6. Pembengkakan atau Benjolan di Area Ketiak

    Kanker payudara dapat menyebar ke kelenjar getah bening di sekitar ketiak. Ketika getah bening terdampak, maka bisa menyebabkan pembengkakan atau benjolan di daerah tersebut. Jika kamu menemukan pembengkakan yang tidak kunjung hilang, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.

Pentingnya Deteksi Dini dan Pemeriksaan Rutin

Mendeteksi kanker payudara sejak dini sangat penting agar pengobatan bisa dilakukan dengan lebih efektif. Bahkan disarankan untuk rutin memeriksakan payudara minimal setahun sekali. Dengan rutin melakukan pemeriksaan payudara, diagnosis kanker payudara akan cepat diketahui. Berikut beberapa metode deteksi dini kanker payudara yang bisa kamu ikuti.

  1. Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI)

    SADARI atau pemeriksaan payudara sendiri dianjurkan untuk dilakukan secara rutin setiap bulan. Pemeriksaan rutin ini bisa dilakukan terutama setelah menstruasi. Caranya adalah dengan meraba seluruh bagian payudara dan ketiak untuk menemukan adanya benjolan atau perubahan lain yang mencurigakan.

  2. Pemeriksaan Klinis oleh Dokter

    Selain SADARI, kenali juga gejala awal penyebab kanker payudara sedini mungkin. Wanita disarankan untuk melakukan pemeriksaan klinis payudara oleh dokter. Pemeriksaan dengan dokter minimal sekali dalam setahun. Dokter dapat menggunakan teknik pemeriksaan fisik atau alat tambahan seperti USG. Alat-alat ini akan membantu untuk mendeteksi kelainan yang tidak terlihat secara kasat mata.

  3. Mamografi + Ultrasonografi Payudara<

    Mamografi adalah prosedur pencitraan payudara dengan menggunakan sinar-X. Metode ini dapat mendeteksi kanker payudara bahkan sebelum gejala muncul. Wanita di atas 40 tahun disarankan untuk melakukan mamografi dan ultrasonografi secara rutin sesuai rekomendasi dokter. Wanita yang memiliki riwayat keluarga dengan kanker payudara disarankan untuk melakukan mammografi dan ultrasonografi payudara lebih awal.

Cara Mencegah Kanker Payudara

Meskipun beberapa faktor risiko tidak bisa dihindari, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi kemungkinan terkena kanker payudara.

  1. Menjaga Pola Makan Sehat

    Mengonsumsi makanan bergizi dapat membantu menurunkan risiko kanker payudara. Pilih makanan yang kaya akan antioksidan, omega-3, dan serat. Kamu bisa mengonsumsi buah dan sayur, ikan, dan biji-bijian.

  2. Rutin Berolahraga

    Melakukan olahraga secara teratur minimal 30 menit per hari. Dengan rutin berolahraga dapat membantu mengatur berat badan, mengurangi kadar hormon estrogen, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Semakin butuh sering bergerak, semakin kuat sistem kekebalan tubuh.

  3. Menjaga Berat Badan Ideal

    Obesitas setelah menopause juga sering dikatakan bisa menyebabkan kanker payudara. Hal ini karena jaringan lemak dapat meningkatkan produksi estrogen. Dengan terlalu banyak produksi hormon estrogen akan meningkatkan lebih tinggi risiko kanker payudara.

  4. Menyusui

    Menyusui menjadi solusi terbaik untuk mengurangi gejala awal penyebab kanker payudara. Bukan hanya sekadar mitos, faktanya dengan menyusui bayi setidaknya selama enam bulan dapat membantu mengurangi risiko kanker payudara. Hal ini karena saat proses menyusui dapat menekan kadar hormon estrogen dalam tubuh.

Kesimpulan

Kanker payudara termasuk salah satu penyakit serius yang dapat menyerang siapa saja, terutama wanita. Meskipun gejala awal penyebab kanker payudara belum sepenuhnya dipahami, beberapa faktor seperti genetika, hormon, gaya hidup, dan paparan zat berbahaya dapat meningkatkan risiko penyakit ini.

Mengenali gejala awal kanker payudara, seperti munculnya benjolan, perubahan bentuk payudara, perubahan kulit, dan gangguan pada puting, sangat penting untuk mendeteksi penyakit ini sejak dini. Dengan menerapkan gaya hidup sehat, risiko terkena kanker payudara semakin kecil.

Perlu diingat juga untuk melakukan pemeriksaan rutin setidaknya setahun sekali. Kamu bisa memeriksakan dirimu di rumah sakit yang tergabung IHH healthcare Malaysia. Selain mudah untuk melakukan konsultasi, juga bisa membantu mendeteksi dini gejala awal kanker payudara. Jangan sampai terlambat deteksi dini kanker payudara, segera lakukan konsultasi di rumah sakit IHH Healthcare Malaysia.

Referensi: