Topik
Angka Kematian Tertinggi Padahal Bisa Disembuhkan Antara Genetik, Hormon, dan Gaya Hidup Mengurangi Risiko Terkena Kanker PayudaraKanker payudara merupakan salah satu jenis kanker yang paling sering terjadi di Indonesia dan menjadi penyebab utama kematian akibat kanker pada perempuan. Oleh karena itu, penting sekali untuk memahami faktor-faktor penyebab kanker payudara sebagai langkah antisipasi dan pencegahan.
Kanker payudara merupakan jenis tumor ganas yang berkembang di jaringan sel payudara. Tumor ini muncul ketika sel-sel payudara mengalami pertumbuhan yang tidak terkendali, di mana sel-sel tersebut membelah diri lebih cepat daripada sel normal dan membentuk benjolan atau massa. Pada tahap yang lebih lanjut, sel-sel abnormal ini bisa menyebar ke bagian tubuh lain melalui kelenjar getah bening, menyebabkan komplikasi yang lebih serius.
Kanker payudara umumnya berawal dari saluran susu atau lobulus, yaitu bagian yang berfungsi menghasilkan air susu. Sel-sel abnormal yang berkembang di bagian ini dapat membentuk tumor yang dapat dirasakan saat pemeriksaan fisik atau terdeteksi melalui mamografi. Kanker payudara lebih sering ditemui pada wanita, namun kondisi ini juga bisa menyerang pria, walaupun jumlah kasusnya sangat jarang.
Angka Kematian Tertinggi Padahal Bisa Disembuhkan
Kanker payudara merupakan jenis kanker tertinggi di Indonesia, serta dengan angka kematian sangat tinggi juga. Salah satu alasan utama tingginya angka kematian adalah karena banyak kasus yang baru terdiagnosis pada stadium lanjut. Pada tahap ini, peluang kesembuhan menjadi jauh lebih kecil, yang menunjukkan pentingnya deteksi dini. Padahal, jika kanker payudara terdeteksi sejak dini, angka kesembuhannya sangat tinggi.
Menurut data dari Kementerian Kesehatan Indonesia, sekitar 70% penderita kanker payudara baru diketahui pada stadium lanjut. Padahal, berbagai penelitian menunjukkan bahwa 43% kematian akibat kanker dapat dicegah melalui deteksi dini, pengobatan yang tepat waktu, dan penghindaran faktor risiko.
Memahami fakta-fakta seputar kanker payudara adalah langkah awal yang sangat penting, sehingga masyarakat bisa lebih waspada terhadap potensi bahaya penyakit ini.
Hingga saat ini penyebab kanker payudara belum diketahui secara pasti, namun beberapa faktor diyakini berperan dalam pembentukan risiko penyakit ini. Faktor genetik, gaya hidup, lingkungan, dan hormon merupakan beberapa hal yang dapat memengaruhi risiko sel berkembang menjadi kanker payudara. Berikut adalah beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terkena kanker payudara:
- Usia: Risiko kanker payudara cenderung meningkat seiring bertambahnya usia.
- Riwayat Keluarga: Memiliki kerabat dekat yang pernah atau sedang mengidap kanker payudara dapat meningkatkan risiko seseorang.
- Mutasi Genetik: Perubahan pada gen BRCA1 dan BRCA2 diketahui dapat meningkatkan risiko terkena kanker payudara.
- Riwayat Pribadi: Seseorang yang pernah menderita kanker payudara di satu sisi payudara memiliki peluang lebih tinggi untuk mengembangkan kanker di sisi lainnya.
- Faktor Hormonal: Faktor-faktor seperti menstruasi yang dimulai lebih awal, menopause yang terlambat, atau penggunaan terapi hormon setelah menopause dapat memengaruhi tingkat risiko kanker payudara.
Dengan memahami berbagai faktor ini, kita dapat menjadi lebih proaktif dalam menjaga kesehatan dan melakukan pencegahan dini.
Antara Genetik, Hormon, dan Gaya Hidup
Walaupun penyebab kanker payudara belum diketahui secara pasti, para ahli dari berbagai sumber menyatakan bahwa, kanker ini bisa terjadi karena berbagai hal, mulai dari genetik, hormon, hingga gaya hidup tidak sehat. Berikut penjelasannya:
- Faktor Genetik
Memiliki riwayat keluarga yang pernah menderita kanker payudara, baik orangtua atau kerabat dekat, dapat meningkatkan risiko Anda mengidap penyakit serupa. Faktor genetik berperan besar dalam hal ini, terutama terkait dengan mutasi atau kelainan gen yang diturunkan dari orangtua kepada anak-anaknya.
- Pengaruh Hormon
Hormon seperti estrogen, progesteron, dan testosteron, terdapat pada tubuh baik wanita maupun pria, namun kadar estrogen dan progesteron pada wanita jauh lebih tinggi. Ketika kadar hormon-hormon ini meningkat di luar batas normal, risiko terkena kanker payudara pun akan semakin tinggi. Jika terjadi ketidakseimbangan pada hormon-hormon yang terkait langsung dengan sel-sel payudara tersebut, dapat memicu pertumbuhan sel yang tidak terkendali, yang bisa berujung pada kanker payudara.
- Gaya Hidup Tidak Sehat
Pentingnya menjaga gaya hidup sehat sudah sering kita dengar, karena dapat mencegah berbagai jenis penyakit, termasuk kanker payudara. Gaya hidup yang buruk dapat mempengaruhi keseimbangan hormon dalam tubuh, sehingga meningkatkan risiko penyebab kanker payudara. Beberapa kebiasaan yang dapat meningkatkan risiko ini antara lain:
- Merokok: Zat-zat berbahaya dalam rokok dapat merusak sel-sel tubuh dan meningkatkan kemungkinan terkena kanker, termasuk kanker payudara.
- Aktivitas Fisik Rendah: Malas bergerak atau kurangnya aktivitas fisik dapat meningkatkan indeks massa tubuh dan memicu obesitas, yang merupakan faktor risiko utama untuk kanker payudara
- Makan Tengah Malam: Makan atau ngemil di malam hari dapat mengganggu metabolisme tubuh yang melambat saat tidur. Asupan kalori dan glukosa tinggi di malam hari bisa meningkatkan kadar gula darah, yang pada akhirnya dapat memperbesar risiko kanker payudara.
- Kurang Tidur: Begadang atau pekerjaan dengan jam shift yang mengganggu jam tidur bisa menurunkan kualitas tidur, yang pada gilirannya mengganggu kadar hormon melatonin dalam tubuh, sebuah hormon yang berfungsi untuk melawan kanker.
- Penggunaan Pil KB: Pil kontrasepsi yang mengandung estrogen dapat memengaruhi sel-sel payudara, meningkatkan potensi kanker payudara. Namun, pil KB dengan dosis rendah (di bawah 0,02 mg) umumnya dianggap aman. Jika ragu, konsultasikan dengan dokter mengenai pilihan kontrasepsi yang tepat.
- Pola Makan Tidak Sehat
Makanan yang kita konsumsi setiap hari dapat memengaruhi kesehatan tubuh, termasuk meningkatkan risiko kanker payudara. Pola makan yang tidak sehat, seperti konsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh, gula berlebih, atau makanan yang dibakar, dapat memicu perubahan sel di tubuh yang pada akhirnya berisiko menyebabkan kanker. Oleh karena itu, menjaga pola makan yang seimbang dan sehat sangat penting untuk mengurangi risiko penyakit ini.
Dikutip dari halaman situs Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan Indonesia, terdapat beberapa faktor tambahan yang memengaruhi peningkatan faktor risiko penyebab kanker payudara, antara lain:
- Merokok atau terpapar asap rokok (perokok pasif)
- Pola makan yang buruk (tinggi lemak, rendah serat, mengandung zat kimia seperti pengawet atau pewarna)
- Haid pertama pada umur kurang dari 12 tahun
- Menopause (berhenti haid) setelah umur 50 tahun
- Melahirkan anak pertama setelah umur 35 tahun
- Tidak pernah menyusui
- Pernah mengalami operasi pada payudara yang disebabkan oleh kelainan tumor jinak atau tumor ganas
Mengurangi Risiko Terkena Kanker Payudara
Pencegahan kanker payudara merupakan langkah penting dalam mengurangi risiko terkena penyakit ini, mengingat angka kejadian dan kematian yang terus meningkat setiap tahunnya. Meskipun tidak ada cara yang bisa menjamin sepenuhnya terhindar dari kanker payudara, menerapkan gaya hidup sehat dan melakukan deteksi dini secara rutin dapat sangat membantu dalam menurunkan risiko tersebut. Melalui pengelolaan faktor risiko dengan beberapa cara di bawah ini, Anda dapat lebih waspada dan proaktif dalam menjaga kesehatan payudara.
Beberapa langkah yang disarankan untuk mengurangi risiko kanker payudara:
- Menjaga berat badan yang sehat melalui pola makan seimbang dan rutin berolahraga.
- Mengonsumsi diet yang sehat dan seimbang untuk mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan.
- Hindari merokok dan segala zat berbahaya yang terkandung di dalamnya.
- Batasi atau hindari konsumsi alkohol untuk mengurangi risiko kanker.
- Lakukan pemeriksaan payudara sendiri yang dikenal dengan istilah SADARI (Periksa Payudara Sendiri) secara rutin untuk deteksi dini.
- Batasi terapi hormon pascamenopause, terutama yang dapat meningkatkan risiko kanker payudara.
Mengingat faktor risiko yang besar dan penyebab kanker payudara belum diketahui secara pasti, hal penting dalam pencegahan kanker payudara adalah deteksi dini. Dengan melakukan pemeriksaan payudara sendiri secara rutin dan menjadwalkan mamografi secara berkala, Anda dapat mendeteksi kanker payudara pada tahap awal. Menemukan kanker di stadium awal memberikan peluang terbaik untuk pengobatan yang efektif dan hasil yang lebih baik.
Deteksi dini memungkinkan penanganan yang lebih cepat dan lebih mudah, dengan pengobatan yang lebih tepat sasaran. Rumah sakit kanker terkemuka yang tergabung dalam IHH Healthcare Malaysia, dengan tim spesialis dan ahli onkologi multidisiplin yang berdedikasi, siap memberikan konsultasi serta perawatan terbaik melalui proses skrining, diagnosis, dan pengobatan.
Jika Anda memiliki kekhawatiran atau pertanyaan mengenai pilihan pengobatan kanker payudara, jangan ragu untuk menghubungi kami dan menjadwalkan janji temu hari ini.